Rabu, 06 Juli 2016

Jatuh Bangun Cinta

Alhamdulillah wa syukrulillah wasshalatu wassalamu ala muhammadibni abdillah wa ala aalihi wa mawwalah...
Alhamdulillah atas anugerah kesempatan dariNya untuk menulis, masih terasa sekali hangatnya suasana Hari Raya Fitri, mohon maaf lahir dan batin yaa teman-teman ^ . ^ ...
Topik yang saya tulis kali mungkin agak berbeda, hehee...
Lagi jatuh cinta kali yeee, saya mah jatuh dan bangun cinta tiap hari, hihihi
Manusia diberi anugerah perasaan, insting untuk bisa merasakan sesuatu yg kita sebut cinta, cinta dan kasih sayanglah yang kadang membuat hidup menjadi lebih hidup, tanpa cinta tak mungkin ada tawa atau duka, hidup kita terasa hampa, ciiieeehh...
Cinta, sudah banyak definisinya, jadi tak perlu saya jelaskan.
Cinta menurut saya, tak muluk-muluk, cinta adalah anugerah indah Allah Sang Maha Cinta, apapun itu, bahagia adalah cinta, dukapun juga cinta, hidup itu cinta matipun juga cinta, karena tanpa cinta, manisnya iman kepada-Nya tak kan sempurna. Syukurku pada yaa Rabb...
Sebagai muslim dan mukmin, kita harus benar-benar bisa memaknai cinta.
Jangan menjadi orang yang hanya memaknai cinta di saat bahagia, dan mengingkari cinta di saat berduka.
Kala kita merasakan cinta, kita harus benar-benar bijak menyikapinya, selalu mendekat pada Allah adalah kuncinya, karena Dia yang Maha Bijaksana.
Bersyukur kepadaNya selalu ingat Akan Dzat-Nya, memohon petunjuk-Nya maka takkan terasa derita dalam cinta. Karena kita akan terus dan terus merasakan cinta-Nya selamanya, bukan hanya di dunia namun di akhiratnya, kala kita selalu menyertakan Allah dalam hati, dalam kata maupun laku kita. Yakinlah Allah dengan sifat Rahmaan dan Rahiim-Nya selalu memberi kita cinta, meski sakit, meski pahit, meski tak bersua, meski tak bersuara, meski tak melihat, meski tak mendengar. Dialah Sang Maha Cinta yang tak terbatas cinta-Nya.
Kala jatuh cinta, aku hanya bisa menyandarkan kepadaNya meminta petunjuk dari-Nya, apakah yang aku rasakan lahir dari nafsu semata, ataukah benar-benar tanda akan ridlo-Nya.
Allah Sang Maha Cinta, tak pernah melarang seorangpun untuk jatuh cinta, Dia bahkan memerintahkan untuk membangun cinta, menebarkannya semampu hamba-Nya. Jadi cinta bukanlah hal terlarang, yang terlarang adalah nafsu yang menghalangi cahaya pelita petunjuk-Nya, petunjuk bagaimana kita harus memaknai cinta.
Yaa Allah, lindungi hati kami dari nafsu yang menyesatkan jalan kami menemukan cahaya petunjuk-Mu untuk meraih cinta-Mu mengagungkanMu...
Yaa Arhamarraahimin irhamnaa waghfirlanaa waj'alnaa min ibaadikasshalihin wassyaakiriin walmukhlisin....

Kamis, 30 Juni 2016

My journey ...

Minggu, 26 Juni 2016

Pandai mengukur..

هلك امرؤ لم يعرف قدره
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk menulis, semoga tulisan singkat penuh kekurangan ini dapat memberi manfaat walaupun sedikit untuk siapapun, untuk diri yang lemah ini maupun orang lain yang dimuliakan Allah.
Begitu kira-kira satu bait mahfudzat yang aku pelajari dulu, yang secara pribadi saya artikan "hancurlah seseorang yang tidak mengetahui ukuran kemampuannya"
Jika mahfudzat ini kita kaitkan dengan salah satu ayat Al-Qur'an
ولاتجعل يدك مغلولة إلى عنقك ولا تبسطها كل البسط فتقعد ملوما محسورا
"Dan janganlah kamu jadikan tanganku terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal"
Agama mengajarkan "keseimbangan" dalam segala hal, "sebaik-baik perkara adalah di tengah-tengah. Segala sesuatu yang berlebihan atau yang sangat kurang akan menjadi buruk walaupun awalnya ia baik. Terlalu kenyang, terlalu sayang, terlalu benci dll.
Namun "keseimbangan" perlu perjuangan yang tak mudah, namun di setiap hal sulit pasti akan selalu ada kemudahan, percayalah.
Dalam usaha mencari keseimbangan, mahfudzat awal yang saya sebutkan tadi adalah titik awal yang sangat penting untuk dipelajari. Bagaimana mungkin kita bisa mencari keseimbangan jika diri kita sendiri tak tahu menahu tentang "kadar ukuran diri kita".
Itulah pentingnya mengenal diri sendiri, saat kita mengenali diri kita sendiri kita akan mengenal kelebihan dan kekurangan kita, kita akan menerima diri kita sendiri dengan segala apa yang kita miliki dengan lapang dada, dan itu memudahkan kita untuk mengenal pencipta kita Allah SWT, pemilik segala keagungan tanpa cela.
Saat kita mengenal diri kita, akan mudah jalan kita untuk mendekat kepada Allah dalam amal ibadah, karena amal ibadah juga punya ukuran untuk masing-masing orang. لا يكلف الله نفسا إلا وسعها
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Itulah pentingnya mengenali diri kita sendiri dalam beridah kepada-Nya.
Dalam hal muamalah dengan manusia tentunya hal ini juga sangat penting. Dalam hal memberi kasih sayang, meluapkan rasa marah, mengeluarkan sedekah, nah untuk perkara terakhir ini bukan maksud penulis untuk menganjurkan terlalu menghitung-hitung sedekah yaa, kita semua tahu bahwa Allah bukan menilai banyak atau sedikitnya sedekah, namun Dia menilai kualitas iman kita saat bersedekah. Silakan bersedekah sebanyak-banyaknya menurut kadar kemampuan dengan keimanan. 
Semoga Allah senantiasa memberi taufiq dan hidayah untuk kita semua, sehingga kita dapat memberi manfaat untuk kemakmuran ciptaan-Nya, allahumma aamiin yaa rabbal 'aalamiin.
اللهم إني أعوذ بك من الفتن ما ظهر منها و ما بطن
Wallahua'lam bisshawab.

Sabtu, 25 Juni 2016

Ramadhan dan Jodoh

Alhamdulillahi rabbil aalamiin...
Allahumma innaka 'afuwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu annaa.
Asyhadu allaa ilaaha illallah astaghfirullah asalukal jannah wa a'uudzubika min sakhatika wannaar
Rabbi inniy limaa anzaltu ilayya min khairi faqiir
Alhamdulillah masih dalam suasana Ramadhan Kariim, bulan Ramadhan yang indah dan penuh berkah.
Ramadhan adalah bulan tarbiyah, pendidikan, di dalamnya kita dididik bagaimana mengendalikan hawa nafsu kita dengan 'puasa'. Menahan kebutuhan perut kita yang kadang menjadi sumber keburukan hawa nafsu kita.
Allah menganugerahi bulan Ramadhan ini karena kasih sayang-Nya kepada kita semua, Allah ingin kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa, yang lebih baik dari sebelumnya dengan membuka pintu ampunan selebar lebarnya untuk kita di bulan ini.
Kemudian apa yaa hubungan Ramadhan dengan jodoh.
Jika Ramadhan adalah waktu perbaikan diri, maka jodoh kita akan sesuai dengan kualitas ramadhan kita. Saat kita benar-benar ikhlas mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai amal yang memperbaiki jiwa kita maka janganlah risau, inshaAllah jodoh terbaik dari-Nya telah dipersiapkan.
Jodoh terbaiki menurut pandangan saya bukan hanya diukur dengan pandangan kita manusia yang penuh kelemahan ini, saat seseorang menemukan jodoh yang mempunyai berbagai kelebihan di "mata manusia"(cantik, alim, pandai dan penuh keterampilan),belum tentu itu baik baginya saat ia tak bisa mengatasi segala kelebihan dan kekurangan jodohnya.
Jodoh yang terbaik dari Allah selalu Allah sesuaikan dengan kualitas diri kita, maka jangan heran jika ada seorang yang sangat alim, ia berjodoh dengan yang sebaliknya, karena Allah tahu kadar kemampuan orang itu bisa mengatasinya, karena seluruh yang ada di dunia adalah ujian, termasuk jodoh kita. Maka Ramadhan adalah bulan yang disiapkan Allah untuk mendidik jiwa kita agar senantiasa siap menghadapi segala ujian di dunia, Ramadhan adalah bekal untuk menghadapi dunia yang fana untuk akhirat yang kekal.

Laa tahzan wa laa takhaf innallaha ma'anaa.
Innaallaha ma'ashshabirin.
Jangan bersedih dan jangan takut sesungguhnya Allah bersama kita.
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.
Wallahu a'lam bishshawab 

Obatku

Alhamdulillah wa laa haula wa laa quwwata illa billah wasshalatu wassalaamu ala rasulillah wa ala aalihi wa shahbihi wa mawwalah...
Allah tidak menciptakan satu penyakitpun tanpa obat, segala penyakit baik lahir maupun batin pasti ada obatnya.
Dalam al-Qur'an Allah berfirman "الابذكر الله تطمئن القلوب"
Ingatlah bahwa dengan berdzikir (mengingat) Allah akan menenangkan hati (jiwa)
Dalam sebuh riwayat Rasulullah saw bersabda bahwa dalam tubuh manusia ada sebongkah gumpalan daging, yang apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya.
Subhanallah dari kedua dalil naqli ini, saya mengambil hikmah bahwa segala penyakit itu awalnya berasal dari hati yang tidak sehat, entah secara lahir maupun batin.
Saat hati kalut kemungkinan seseorang akan lupa segalanya, jadwalnya berantakan pola makan juga tak karuan, timbullah penyakit itu, walaupun rentang waktunya tidak secara langsung muncul.
Jadi tak heran jika ada orang yang pandai memelihara hati yang masih awet muda.
Sedetik kita melupakan Allah, akan fatal akibatnya bagi hati kita, maka dziirullah adalah obat yang tepat untuk segala penyakit, dzikrullah menenangkan hati, mengingat bahwa segalanya berjalan atas kehendak Allah.
Usaha mencari obat yang tepat bagi suatu penyakit merupakan aplikasi dari dzikrullah itu sendiri, karena dengan selalu mengingat Allah akan menumbuhkan rasa optimis untuk terus berusaha menjadi sehat kembali. Mendekatlah kepada Allah maka Allah akan mendekat kepadamu, dan Allah akan menjamin segala kebaikan untuk hamba-hamba terdekatnya. Wallahu a'lam bisshawab

Kamis, 23 Juni 2016

Untuk Sahabatku

Alhamdulillah wa syukurillah diberi kesempatan Allah untuk menulis lagi. Tulisanku ini spesial untuk sahabat yang selalu menanyakan kondisiku disaat aku hilang tanpa kabar, yang selalu mengingatkan untuk berdoa di sepertiga malam terakhir, yang selalu mengingatkan tentang dhuha tanpa lelah.
Septina Saras Wati, sahabat SD ku hingga sekarang, benarlah kata Tere Liye, makin lama usia persahabatan, makin berharga dia dalam hati kita.
Septina, sahabat yang walaupun kita berjauhan berpisah di sekolah lanjutan masing2 ia masih ingat Hari Ulang Tahunku dan memberiku kado istimewa kala itu.
Terima kasih Septi kau lukis kenangan demi kenangan indah dalam kanvas persahabatan kita.
Kita selalu menghibur satu sama lain kala duka mendera, sekarang biarkan aku menghiburmu dengan tulisan sederhanaku ini.
Aku berdoa engkau akan mendapatkan seseorang yang baik di mata Allah dan baik di mata manusia, tak perlu hanyut dalam rindu tak berujung, karena Ku yakin sesosok itupun merindukanmu dalam tiap DOA yg ia lantunkan dalam keheningan yang entah dimana ia berada sekarang, mata dan hati kita penuh keterbatasan, namun patutkah terbetik ragu bahwa Allah Maha Segalanya, yakinlah, karena segala hal baik terjadi berawal Dari keyakinan pada Allah.
Semoga Allah senantiasa meridloi persahabatan kita, saling menguatkan dalam meniti jalanNya.

Rabbanaa innaa nas'aluka hubbaka was hubba man yuhibbuka wal a'maalallatii yaballighunaa ilaa hubbika

Senin, 09 Mei 2016

Keluh akan lelah

Assalamualaikum sahabat readers semua,  alhamdulillah diberi sedikit kesempatan oleh Allah untuk sedikit menulis. 
Kebetulan jadwal sangat padat dan menguras tenaga dan pikiran.
Minggu ini adalah pekan Ujian Nasional tingkat SMP/MTs/SMPLB seluruh Indonesia. Saya merupakan salah satu orang yang diamanahi menjadi sekretaris panita penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan.
Minggu ini selain pekan ujian nasional juga ada ujian lisan pondok pesantren an-najah,  dan saya menjadi salah satu penguji Bahasa Inggris.
Alhamdulillah,  jasmani manusia memang penuh kelemahan, rasa lelah tak dapat diingkar, namun semangat tetap tertahan karena besar kesyukuran kepada Allah.

Sabtu, 23 April 2016

Kesabaran adikku

Alhamdulillah masih diberi nikmat untuk menggoreskan untaian hikmah, berbagi kebaikan tertatih menuju jalan ridla-Allah,  inshaallah.
Setiap orang hidup pasti mempunyai permasalahan,  selalu dihadapkan dengan berbagai ujian kehidupan,  sampai nanti penghujung napas kita. 

Begitupun dengan adik ke-enam-ku, ia bagai malaikat kecil,  yang selalu mengajarkan bahwa usia bukan penghalang untuk selalu bersabar. 

Sudah hampir empat tahun ia menahan sakit,  menelan berbagai pahit obat,  berjuang melawan rasa putus asa.

Syndrom Stephen Johnson yang merupakan ujian Allah baginya di usia yang belia kini sedikit demi sedikit merenggut nikmat penglihatannya,  mengaburkan masa depannya. Dia kelas enam saat ini,  tahun depan rencana akan masuk ke pondok pesantren,  semoga penglihatannya kembali normal nantinya. 

Saat ini aku sempat berpikir kemungkinan terburuk,  aku membayangkan mataku gelap,  duniaku gelap alangkah sedihnya diriku,  dan semoga tak terjadi pada adikku Mufidah. 

Ia anak yang sangat pandai,  ingatannya tajam, mungkin itu kelebihan sebagai ganti ia tak bisa membaca tulisan.  Sebelumnya ia pernah melahap semua buku di perpustakaan sekolahnya,  ia gemar membaca dan bercerita tentang apa yang dibacanya.  Matanya begitu indah bulat dan bercahaya. Keadaan yang berbalik 180 derajat sekarang.

Yaa Allah,  mudahkanlah ia melalui semuanya,  bahagiaakan ia. Jika aku diberi kesempatan untuk membangun sekolah aku ingin memfasilitasi anak-anak yang mengalami nasib seperti adikku. 

Yaa Allah, sembuhkanlah adikku,  sembuhkanlah penglihatannya seperti engkau menyembuhkan penglihatan nabi-Mu Ya'qub as. 

Wahai dzat Yang Maha Pemurah, hanya Engkau tempat kami mengadukan segala lara,  sesak kesedihan tiada tara ini. 

Sungguh adikku seorang anak yang shalihah selalu taat, sembuhkanlah dia yaa Allah.